RINGKASAN SENSOR
Normal
pH
7.2
Ideal: 6.5 – 8.5
Normal
TDS
342
ppm
Ideal: <500 ppm
Normal
Suhu / Temperature
28.4
°C
Ideal: 20 – 30°C
Normal
Turbidity
1.8
NTU
Ideal: <4 NTU
Normal
Conductivity
680
µS/cm
Ideal: 200 – 800 µS/cm
DESKRIPSI SENSOR
pH Sensor
Potential of Hydrogen
Sensor pH mengukur tingkat keasaman atau kebasaan air pada skala 0–14.
Nilai 7 bersifat netral, di bawah 7 asam, dan di atas 7 basa.
pH sangat memengaruhi kehidupan organisme akuatik dan efektivitas disinfeksi air.
✓ Normal: 6.5–8.5
⚠ Perhatian: 5–6.5 / 8.5–9
✗ Berbahaya: <5 / >9
TDS Sensor
Total Dissolved Solids
Sensor TDS mengukur jumlah total zat padat terlarut dalam air
(mineral, garam, logam). Nilai rendah menunjukkan air lebih murni.
Digunakan untuk menilai kemurnian dan potensi pencemaran air.
✓ Normal: <500 ppm
⚠ Perhatian: 500–1000 ppm
✗ Berbahaya: >1000 ppm
Sensor Suhu
Temperature Sensor
Sensor suhu memantau temperatur air secara kontinu. Suhu berpengaruh pada
laju reaksi kimia, kadar oksigen terlarut, dan kelangsungan hidup organisme.
Perubahan suhu drastis dapat mengindikasikan gangguan lingkungan.
✓ Normal: 20–30°C
⚠ Perhatian: 15–20°C / 30–35°C
✗ Berbahaya: <15°C / >35°C
Turbidity Sensor
Sensor Kekeruhan Air
Sensor turbidity mengukur kejernihan air berdasarkan hamburan cahaya oleh
partikel tersuspensi. Semakin tinggi nilai NTU, semakin keruh airnya.
Kekeruhan tinggi dapat menjadi tanda kontaminasi biologis atau sedimen.
✓ Normal: <4 NTU
⚠ Perhatian: 4–10 NTU
✗ Berbahaya: >10 NTU
Conductivity Sensor
Sensor Konduktivitas
Sensor konduktivitas mengukur kemampuan air menghantarkan listrik, yang
mencerminkan konsentrasi ion terlarut. Nilai tinggi menunjukkan banyak mineral
atau garam. Digunakan untuk mendeteksi polusi industri dan salinitas.
✓ Normal: 200–800 µS/cm
⚠ Perhatian: 800–1500 µS/cm
✗ Berbahaya: >1500 µS/cm
LOKASI MONITORING